Sistem Kepercayaan yang Memuja Roh Nenek Moyang

Sistem Kepercayaan yang Memuja Roh Nenek Moyang

Posted on

Sistem Kepercayaan yang Memuja Roh Nenek Moyang – Manusia purba sendiri mulai mengenali sebuah sistem kepercayaan pada zaman neolithikum kita bisa menyelusuri konsep dan karakteristik dari sistem kepercayaan manusia purba dari artefak zaman neolithikum.

Zaman neolithikum mulai berkembang kebudayaan neolithikum yang sangat erat kaitannya dengan eksistensi sistem kepercayaan dari manusia purba tersebut.

Kebudayaan neolithikum adalah suatu tradisi dan kebudayaan manusia purba yang menghasilkan sebuah batu batu besar untuk keperluan religius.

Hasil dari kebudayaan neolithikum seperti menhir, dolmen, arca, waruga, sarkofagus dan punden berudak.

Sistem kepercayaan manusia purba dapat di kategorikan menjadi 3 yaitu:

  1. Anamisme

Kata anamisme sendiri berasal dari kata bahasa latin anima yang memiliki arti roh, anamisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang.

Karakteristik manusia purba sendiri yang menganut paham ini adalah mereka yang selalu memohon perlindungaan dan permintaan kepada roh nenek moyang seperti kesehatan, kesuburan, keselamatan dan sebagainya.

2. Dinamisme

Secara hanafiah dinamisme berasal dari bahasa inggris dynamic yang berarti daya, kekuatan, dinamis.

Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda benda tertentu yang di anggap memiliki sebuah kekuatan supranatural seperti pohon besar dan batu besar.

Dinamisme manusia purba lahir dari ketergantungan manusia terhadap kekuatan lain yang berada di luar dirinya.

Manusia purba pada masa pra aksara memiliki banyak sekali keterbatasan sehingga mereka membutuhkan pertolongan dari benda benda yang di anggap mampu memberi sebuah keselamatan.

3. Totemisme

Merupakan sistem kepercayaan yang dianggap bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan supranatural untuk memberikan keselamatan atau malapetaka kepada penganutnya.

Manusia purba yang menganut kepercayaan totemisme cenderung mengeramatkan hewan atau tumbuhan tertentu sehingga mereka tidak memperbolehkan untuk mengkonsumsi hewan dan tumbuhan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *