Jelaskan biografi singkat dari Sultan Ageng Tirtayasa

Jelaskan biografi singkat dari Sultan Ageng Tirtayasa

Hai hai sahabat Brainly! Masih ingat tentang pahlawan nasional? Di pembahasan ini akan dibahas tentang Sultan Ageng Tirtayasa. Yuk disimak!

Biografi Singkat Sultan Ageng Tirtayasa

Nama : Abdul Fatah

Lahir : Kesultanan Banten, 1631

Wafat : Batavia (Jakarta), 1692

Orang Tua :

  • Ratu Martakusuma (Ibu)
  • Abdul Ma’ali Ahmad (Ayah)

Gelar : Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa

Prestasi Saat Menjadi Sultan di Kesultanan Banten

Abdul Fatah naik tahta pada usia 20 tahun untuk menggantikan sang kakek, Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir yang telah wafat. Dia menjadi sultan ke enam dengan gelar Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa. Beliau diangkat sebagai sultan pada tahun 1651.

Sultan Ageng Tirtayasa berhasil membawa puncak keemasan bagi Kesutanan Banten. Beliau terfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan Islam, perdagangan, politik dan pelayaran. Kala itu Kesultanan Banten menjadi daerah penyebaran ilmu agama Islam. Beliau juga membina pasukannya dengan baik, dengan dibekali persiapan mental dan fisik, serta ilmu agama yang kuat.

Kala itu Sultan Ageng Tirtayasa juga mendirikan kerja sama perdagangan dengan berbagai negeri-negeri barat. Contohnya Inggris, Turki, Denmark, Perancis, Persia, Arab, India, China, dan Philipina.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, terjadi konflik keluarga di kesultanan. Kala itu, kedua anak dari Sultan Ageng Tirtayasa yaitu Sultan Haji dan Pangeran Arya Purbaya diberi pembagian tugas pemerintahan. Sultan Haji kala itu terhasut pemikiran Belanda, dan dia yakin bahwa ayahnya hanya ingin Pangeran Arya Purbaya menjadi seorang raja penerusnya. Sultan Haji merasa marah dan kesal. Kemudian, Sultan Haji meminta bantuan pasukan dari Belanda. Pasukan Belanda memberi bantuan pada Sultan Haji untuk mengalahkan ayahnya Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka juga terus mengadu domba keluarga kesultanan Banten.  

Semula pasukan Sultan Haji terkepung oleh pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Namun, Belanda yang mendatangkan bantuan membuat pasukan Sultan Ageng Tirtayasa kewalahan dalam menyerang mereka.

Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Lamanya perang antar keluarga, menyebabkan banyak kerusakan di Kesultanan Banten sendiri. Peperangan itu menghabiskan banyak korban dan kerugian bagi keuda belah pihak. Namun, karena kecanggihan teknologi yang dimiliki Belanda pada 1683 mereka berhasil menangkap Sultan Ageng Tirtayasa. Kemudian, mereka membawa beliau ke Batavia dan dipenjara seumur hidup. Sekitar 9 tahun setelah dipenjara tepatnya pada tahun 1692 beliau wafat. Kemudian, jasadnya dimakamkan di Kompleks Pemakaman raja-raja Banten di Provinsi Banten.

Pembahasan

Sultan Ageng Tirtayasa adalah seorang pahlawan nasional. Sultan Ageng Tirtayasa sendiri diangkat menjadi sultan Banten ke-6. Sultan Ageng Tirtayasa lahir dari pasangan Ratu Martakusuma dan Abdul Ma’ali Ahmad di Kesultanan Banten pada 1631. Sultan Ageng Tirtayasa wafat di daerah Batavia (Jakarta) di tahun 1692 yang berusia 60an tahun.

=============================================

Pelajari Lebih Lanjut

Detail Jawaban

  • Mapel : PPKn
  • Kelas : VII
  • Bab : Bab 6 - Perjuangan Pahlawan Indonesia
  • Kode kategorisasi : 7.10.6
  • Kata Kunci : Perjuangan pahlawan

==================================================

#AyoBelajar

#OptiTeamCompetition

1 answers
1 votes
1

Jelaskan biografi singkat dari Sultan Ageng Tirtayasa

1

Hai hai sahabat Brainly! Masih ingat tentang pahlawan nasional? Di pembahasan ini akan dibahas tentang Sultan Ageng Tirtayasa. Yuk disimak!

Biografi Singkat Sultan Ageng Tirtayasa

Nama : Abdul Fatah

Lahir : Kesultanan Banten, 1631

Wafat : Batavia (Jakarta), 1692

Orang Tua :

  • Ratu Martakusuma (Ibu)
  • Abdul Ma’ali Ahmad (Ayah)

Gelar : Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa

Prestasi Saat Menjadi Sultan di Kesultanan Banten

Abdul Fatah naik tahta pada usia 20 tahun untuk menggantikan sang kakek, Sultan Abul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir yang telah wafat. Dia menjadi sultan ke enam dengan gelar Sultan Abul Fath Abdul Fattah atau Sultan Ageng Tirtayasa. Beliau diangkat sebagai sultan pada tahun 1651.

Sultan Ageng Tirtayasa berhasil membawa puncak keemasan bagi Kesutanan Banten. Beliau terfokus pada perkembangan ilmu pengetahuan Islam, perdagangan, politik dan pelayaran. Kala itu Kesultanan Banten menjadi daerah penyebaran ilmu agama Islam. Beliau juga membina pasukannya dengan baik, dengan dibekali persiapan mental dan fisik, serta ilmu agama yang kuat.

Kala itu Sultan Ageng Tirtayasa juga mendirikan kerja sama perdagangan dengan berbagai negeri-negeri barat. Contohnya Inggris, Turki, Denmark, Perancis, Persia, Arab, India, China, dan Philipina.

Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, terjadi konflik keluarga di kesultanan. Kala itu, kedua anak dari Sultan Ageng Tirtayasa yaitu Sultan Haji dan Pangeran Arya Purbaya diberi pembagian tugas pemerintahan. Sultan Haji kala itu terhasut pemikiran Belanda, dan dia yakin bahwa ayahnya hanya ingin Pangeran Arya Purbaya menjadi seorang raja penerusnya. Sultan Haji merasa marah dan kesal. Kemudian, Sultan Haji meminta bantuan pasukan dari Belanda. Pasukan Belanda memberi bantuan pada Sultan Haji untuk mengalahkan ayahnya Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka juga terus mengadu domba keluarga kesultanan Banten.  

Semula pasukan Sultan Haji terkepung oleh pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Namun, Belanda yang mendatangkan bantuan membuat pasukan Sultan Ageng Tirtayasa kewalahan dalam menyerang mereka.

Wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa

Lamanya perang antar keluarga, menyebabkan banyak kerusakan di Kesultanan Banten sendiri. Peperangan itu menghabiskan banyak korban dan kerugian bagi keuda belah pihak. Namun, karena kecanggihan teknologi yang dimiliki Belanda pada 1683 mereka berhasil menangkap Sultan Ageng Tirtayasa. Kemudian, mereka membawa beliau ke Batavia dan dipenjara seumur hidup. Sekitar 9 tahun setelah dipenjara tepatnya pada tahun 1692 beliau wafat. Kemudian, jasadnya dimakamkan di Kompleks Pemakaman raja-raja Banten di Provinsi Banten.

Pembahasan

Sultan Ageng Tirtayasa adalah seorang pahlawan nasional. Sultan Ageng Tirtayasa sendiri diangkat menjadi sultan Banten ke-6. Sultan Ageng Tirtayasa lahir dari pasangan Ratu Martakusuma dan Abdul Ma’ali Ahmad di Kesultanan Banten pada 1631. Sultan Ageng Tirtayasa wafat di daerah Batavia (Jakarta) di tahun 1692 yang berusia 60an tahun.

=============================================

Pelajari Lebih Lanjut

Detail Jawaban

  • Mapel : PPKn
  • Kelas : VII
  • Bab : Bab 6 - Perjuangan Pahlawan Indonesia
  • Kode kategorisasi : 7.10.6
  • Kata Kunci : Perjuangan pahlawan

==================================================

#AyoBelajar

#OptiTeamCompetition

Baca Juga : Kunci Jawaban LKS Intan Pariwara Kelas 11 Semester 1 2021

Baca Juga : kunci jawaban lks intan pariwara kelas 11

Post Sebelumnya : Umur berapa rasul di ajak ziarah ke makam bapaknya 2 Siapa nama orang yg menyertai ibu rasullulah saat saat ziarah ke madinah 3 Selama berapa tahun nabi berdakwah secara sembunyi sembunyi 4 Apa yg kamu ketahui tentang istilah amul huzni

Pertanyaan Serupa

Jelaskan bagaimana mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun


Jelaskan bagaimana karakteristik benua Asia berdasarkan pertimbangan geografi


Letak lintang benua Asia yaitu membentang dari 11 LS 80 LU Jelaskan bagaimana ik


Apa saja termasuk dalam kategori potensi sumber daya dan pertanian serta jelaska


Jelaskan biografi singkat dari Sultan Ageng Tirtayasa


1 jelaskan bentuk partisipasi daerah dalam memperkuat negara kesatuan republik i


Jelaskan bahwa perubahan tata ruang menyebabkan lingkungan berubah


Jelaskan bagaimana asal usul agama hindu


Jelaskan bagaimana cara pandang bangsa indonesia tentang diri dan lingkungannya


1 sebutkan tugas dan funsi tentara nasional indonesia dan polisi republik indone


1 Jelaskan arti penting daerah bagi NKRI 2 Jelaskan peraturan perundang undangan


Jelaskan berbagai macam protein yang di hasilkan oleh hati beserta fungsinya


Jelaskan bagaimana peranan sriwijaya dan majapahit dalam proses integrasi antar


Jelaskan bagaimana peranan sriwijaya dan majapahit dalam proses integrasi antar


Sebutkan penyajian informasi interface jelaskan bila perlu


Sebutkan dan jelaskan bahan alam limbah organik lunak atau keras yang bisa dibua


Jelaskan bahwa guru adalah orang tua rohani kita


Bilangan positif c dan d 6 membagi c amp 6membagi d a apakah 6adalh fpb dari c d


Jelaskan bentuk muka bumi Indonesia


Apa yang dimaksud dangan bilangan rasional dan irrasional jelaskan beserta conto


Search
_